Thursday, 4 January 2018

Hakikat Mensyukuri Nikmat Allah II

Hakikat Mensyukuri Nikmat Allah II




    Mensyukuri rahmat dan nikmat dan rahmat Allah merupakan suatu hal yang harus kita kerjalan. Dan kita diperintahkan untuk melakukan itu. Dan ketahuilah diantara rahmat dan nikamat Allah yang paling besa adalah diutusnya nabi Muhammad.
Tanpa Rasul, kita tidak mengerti bagaimna jalan kesyurga. Tanpa Rasul kita tidak tahu bagaimana cara meraih ridha Allah. Tanpa Rasul kita akan kewalahan menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Tanpa Rasul, kita akan kewalalhlan menentukan mana yang hak dan mana yang baatil, karena akal manusia, kejeniusan manusia tidak akan mampu mendatangkan risalah, seagung risalah isalam, selengkap risalah islam, sekomplit risalah islam.
Suatu hal yang wjib kita yakini, bahwah agama islam bukanlah karya nabi Muhammad. Sebagaimana yang dicoba oleh orang Orientalis dan murid-murid mereka dari kaum liberal untuk memasukkannya kedalam pemahaman kaum muslimin. Bahwa Al-quran karya muhammad. Apa alasan anda bahwa Al-quran karya muhammmad? Coba lihat katanya, Muhammad itu memberikan gambaran-gambaran tentang surga, apa yang dia gambarkan tentang surga? Pohon yang rindang, hijau tempat duduk buah-buahan sungai yang mengalir, jelas betul kalu nabi muhammad tersebut berasal dari tanah arab yang gersang, makanya dia memberikan gambaran surga seperti itu. Orang arab ya begitu, kalau bercerita tentang surga, bercerita tentang kedamaian, bercerita tentang istanah yang mewah dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, ada sungai yang mengalir, nampak betul kalau surga itu hanya karangan nabi muhammad, itu hanya motivasi, bukan hakikanya.
Karena muhammad berasal dari jazirah arab, jazirah arab itu kering dan tandus, tidak ada sungai disana, tidak ada pepohonan yang beasar disana, makanya memotivasi orang kata mereka, dengan sungai, dengan pepohonan yang rindang, dengan kehijauan. Tanyakan kepadanya, anda kalau maumencari tempat yang indah mau kemana? Mau kegurun pasir?
Baiklah kita terima kalau anda mengatakan nabi Muhammad bersal dari orang arab, arab adalah gurun pasir yang tandus, kita terima itu untuk sementara waktu, dalam berdiskusi. Sekarang anda yang berasal adri indonesisa, anda yang berasal dari talukkuantan, ada yang berasal dari pebaun, anda ketika mencari tempat yang inada, anda mencari tempaat yang seperti apa? Bingung juga dia jawabnya sealain dari yang digambarkan oleh Al-quran.
Al-quran merupakan risalah islam, dan tak seorangpun yang sanggup membuatnya seperti itu.
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [ al-Isrâ’/17:88]
Satu Al-quran tidak akan sanggu diciptakan oleh manusia dan jin, di sana ada profesor-profesor mereka, diasana ada para cendikiawan mereka, para pujangga, para puitis, ciptakan seperti Alquran, tidak akan sanggup. Bahkan Allah menantang satu surat

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Artinya: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 23)
Tolong buat satu surat, gak bisa. Musailamah Al-kazzab, mencoba untuk merobos tantangan ini, dia mengatakan dia dapat wahyu, ketika ditanya oleh sahabatnya, wahai musailamah apakah benar wahyu telah turun kepadamu? Ia mengatakan, betul, tolong bacakan kepada kami. Ia pun membaca wahyu yang turun kepadanya tadi malam. Berhubung dalam Al-quran ada surat Al-fil, ada surah al-ankabut, ada suarah an-namal ada surah al-baqarah, sumua nana-nama hewan. Diapun memilih nama hewan untuk surat itu. Namanya surat kodok, surat difda’, diapun mulai membacakannya.

      
Apa maksudnya kodok ini? Apa hikmah dibalik surat ini? Gak ada gersang, garing, tidak punya apa-apa, gak punya daya tarik, gak punya makna, gak punya kandungan-kandungan, gak punya gertakan-gertakan. Beda dengan surah Al-fil.
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ ﴿﴾٥
1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?,
3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Tidakkah engkau melihat bagaimana Rabbmu berbuat kepada tentara tentara bergajah? Tentara bergajah besar Allah usir dengan burung saja, tentara bergaja, tidak ada kekuatan kuraish yang menghalang mereka. Allah usir dengan batu-batu kecil, bukankah Allah hanya mengutus burung ababil yang berbondong bondong? Yang melempari mereka dengan bebatuan dari sijjil? Sehingga jadilah mereka seperti daun daun yang dimakan ulat. Terkena batu, bolong sampao kebawah.
Allah usir gajah dengan burung burung kecil, lihat kandungan makna. Jangan sombong kepada Allah. Anda sombong kepada Allah, Allah turunkan azab. Lihat kandungan makna Allah berbuat sema yang Allah suka, dan semua bagi Allah mudah. Penuh dengan kandungan, apa yang bisa kita ambil dari surat kodok tadi? Gak ada garing, gersang.

Sehingga sahabat musailamah berkata “demi Allah saya yakin, kamu tahu bahwa saya tahu, bahwa kamu berbohong.” Al-quran risalah bukan karya nabikita Muhammad, murni Allah turunkan dari langit dan rasulullah sampaikan kepada umat seperti yang beliau terima.

No comments:

MARI BERHIJRAH

Add caption MARI BERHIJRAH             Sesungguhnya peroses perubahan kita dari salah menjadi shalih, itu banayak sekali ujian yang h...