Hakikat Mensyukuri Nikmat Allah II

Mensyukuri rahmat dan nikmat dan rahmat Allah merupakan suatu hal yang harus kita kerjalan. Dan kita diperintahkan untuk melakukan itu. Dan ketahuilah diantara rahmat dan nikamat Allah yang paling besa adalah diutusnya nabi Muhammad.
Tanpa Rasul, kita tidak mengerti
bagaimna jalan kesyurga. Tanpa Rasul kita tidak tahu bagaimana cara meraih
ridha Allah. Tanpa Rasul kita akan kewalahan menentukan mana yang baik dan mana
yang buruk. Tanpa Rasul, kita akan kewalalhlan menentukan mana yang hak dan
mana yang baatil, karena akal manusia, kejeniusan manusia tidak akan mampu
mendatangkan risalah, seagung risalah isalam, selengkap risalah islam,
sekomplit risalah islam.
Suatu hal yang wjib kita yakini,
bahwah agama islam bukanlah karya nabi Muhammad. Sebagaimana yang dicoba oleh
orang Orientalis dan murid-murid mereka dari kaum liberal untuk memasukkannya
kedalam pemahaman kaum muslimin. Bahwa Al-quran karya muhammad. Apa alasan anda
bahwa Al-quran karya muhammmad? Coba lihat katanya, Muhammad itu memberikan
gambaran-gambaran tentang surga, apa yang dia gambarkan tentang surga? Pohon
yang rindang, hijau tempat duduk buah-buahan sungai yang mengalir, jelas betul
kalu nabi muhammad tersebut berasal dari tanah arab yang gersang, makanya dia
memberikan gambaran surga seperti itu. Orang arab ya begitu, kalau bercerita
tentang surga, bercerita tentang kedamaian, bercerita tentang istanah yang
mewah dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, ada sungai yang mengalir, nampak
betul kalau surga itu hanya karangan nabi muhammad, itu hanya motivasi, bukan
hakikanya.
Karena muhammad berasal dari jazirah
arab, jazirah arab itu kering dan tandus, tidak ada sungai disana, tidak ada
pepohonan yang beasar disana, makanya memotivasi orang kata mereka, dengan
sungai, dengan pepohonan yang rindang, dengan kehijauan. Tanyakan kepadanya,
anda kalau maumencari tempat yang indah mau kemana? Mau kegurun pasir?
Baiklah kita terima kalau anda
mengatakan nabi Muhammad bersal dari orang arab, arab adalah gurun pasir yang
tandus, kita terima itu untuk sementara waktu, dalam berdiskusi. Sekarang anda
yang berasal adri indonesisa, anda yang berasal dari talukkuantan, ada yang
berasal dari pebaun, anda ketika mencari tempat yang inada, anda mencari
tempaat yang seperti apa? Bingung juga dia jawabnya sealain dari yang
digambarkan oleh Al-quran.
Al-quran merupakan risalah islam, dan tak seorangpun yang sanggup
membuatnya seperti itu.
قُلْ لَئِنِ
اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا
الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Katakanlah, “Sesungguhnya jika
manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya
mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian
mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [ al-Isrâ’/17:88]
Satu Al-quran tidak akan sanggu
diciptakan oleh manusia dan jin, di sana ada profesor-profesor mereka, diasana
ada para cendikiawan mereka, para pujangga, para puitis, ciptakan seperti
Alquran, tidak akan sanggup. Bahkan Allah menantang satu surat
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Artinya: “Dan jika kamu (tetap)
dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami
(Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (Q.S.
Al-Baqarah [2]: 23)
Tolong buat satu surat, gak bisa.
Musailamah Al-kazzab, mencoba untuk merobos tantangan ini, dia mengatakan dia
dapat wahyu, ketika ditanya oleh sahabatnya, wahai musailamah apakah benar
wahyu telah turun kepadamu? Ia mengatakan, betul, tolong bacakan kepada kami.
Ia pun membaca wahyu yang turun kepadanya tadi malam. Berhubung dalam Al-quran
ada surat Al-fil, ada surah al-ankabut, ada suarah an-namal ada surah
al-baqarah, sumua nana-nama hewan. Diapun memilih nama hewan untuk surat itu.
Namanya surat kodok, surat difda’, diapun mulai membacakannya.
Apa maksudnya kodok ini? Apa hikmah
dibalik surat ini? Gak ada gersang, garing, tidak punya apa-apa, gak punya daya
tarik, gak punya makna, gak punya kandungan-kandungan, gak punya
gertakan-gertakan. Beda dengan surah Al-fil.
بِسْمِ
اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
أَلَمْ
تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ
فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِم
بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ ﴿﴾٥
1. Apakah kamu tidak memperhatikan
bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
2. Bukankah Dia telah menjadikan
tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?,
3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka
burung yang berbondong-bondong,
4. yang melempari mereka dengan batu
(berasal) dari tanah yang terbakar,
5. lalu Dia menjadikan mereka
seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Tidakkah engkau
melihat bagaimana Rabbmu berbuat kepada tentara tentara bergajah? Tentara bergajah
besar Allah usir dengan burung saja, tentara bergaja, tidak ada kekuatan
kuraish yang menghalang mereka. Allah usir dengan batu-batu kecil, bukankah
Allah hanya mengutus burung ababil yang berbondong bondong? Yang melempari
mereka dengan bebatuan dari sijjil? Sehingga jadilah mereka seperti daun daun
yang dimakan ulat. Terkena batu, bolong sampao kebawah.
Allah usir
gajah dengan burung burung kecil, lihat kandungan makna. Jangan sombong kepada
Allah. Anda sombong kepada Allah, Allah turunkan azab. Lihat kandungan makna
Allah berbuat sema yang Allah suka, dan semua bagi Allah mudah. Penuh dengan
kandungan, apa yang bisa kita ambil dari surat kodok tadi? Gak ada garing,
gersang.
Sehingga
sahabat musailamah berkata “demi Allah saya yakin, kamu tahu bahwa saya tahu,
bahwa kamu berbohong.” Al-quran risalah bukan karya nabikita Muhammad, murni
Allah turunkan dari langit dan rasulullah sampaikan kepada umat seperti yang
beliau terima.
No comments:
Post a Comment