Saturday, 6 January 2018

MARI BERHIJRAH

Add caption
MARI BERHIJRAH
            Sesungguhnya peroses perubahan kita dari salah menjadi shalih, itu banayak sekali ujian yang harus kita lewati. Kenapa Allah memberikan ujian dalam kehidupan kita akhi? Karena kita tidak akan tahu mana orang yang berubah jujur karena Allah SWT. Dan mana yang berubah itu  hanya karena pendusta. Ada orang yang berubah itu karena Allah SWT dan ada juga yang dusta saja. Jadi yang diuji itu adalah orang yang berhijrah, orang yang bertaubat. Makanya orang yang berhijrah ketika dia berubah atau bertaubat dia itu tidak enak, kenapa? Karena ujian itu akan datang kepada mereka dengan bertubi-tubi.
Ini yang harus kita pahami, sebenarnya ketika kita ingin berhijrah maka sebenarnya kita mengundang ujian, karena hijarah itu tidak mudah. Jika ini tidak difahami terlebih dahulu sebelum berhijrah maka yang akan ada ketika proses berhijrah ia akan berbalik arah. Ia bisa balik kembali kepada perbuatan maksiat yang lama  karena tidak memahami konsep ini terlebih dahulu.
Jangan pernah kita mengira hijrah itu nikmat, karena setiap perbuatan dosa yang kita lakukan itu akan dibalas oleh Allah. Bisa saja kehilangan, bisa saja teman berhutang tidak dibayar, bangkrut, rumah terbakar, itu semua merupakan cara Allah untuk membersihkan kita dari dosa yang telah kita perbuat selama ini. Maka jangan sampai kita berprasangka buruk kepada Allah SWT.
Hakikatnya setiap kali kita ingin berbuat maksiat, pasti kita mulai perbuatan tersebut dengan rasa takut. Kemudian diakhiri dengan penyesalan. Orang pacaran contohnya, ketika ia berduaan, mereka akan dihantui dengan rasa ketekutan, ketika di hotel berduaan, mereka akan selalu dihantui dengan ketakutan, kemudian diakhiri dengan penyesalan dan malu. Kalau seandainya perempuann nya hamil, keluaraga dari laki-laki malu, dan begitu juga denngan keluarga perempuan. Ketika melahirkan, anak yang dilahikan tidak jelas nasabnya, karena anak hasil perzinahan tidak boleh dinasabkan kepada pemilik sperma atau san laki-laki.
Setaip maksiat yang kita lakukan itu semua hanya tipuan setan belaka. Sadar lah wahai saudaraku, jangan sampai dengan kenikmatan yang hina dan sekejab ini kita samapai melupakan kebahagiaan yang hakiki. Tujuan kita didunia ini tidaklah untuk menuruti hawanafsu kita. Telah kita ketahui bersama kenapa nabi adam dikeluarkan dari syurga, itu semua karena mangikuti maunya setan dan iblis. Cukuplah itu menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap istiqomah dalam kebaikan
Menjadi muslim yang sejati, yaitu muslim yang menjauhi semua yang haram dan makruh, dan menikmati yang halal. Karena sesungguhnya kita telah tahu bahwa, Allah menciptakan yang baik itu lebih banyak dari pada yang haram. Alah haramkan babi, Allah ganti dengan Ayam, kambing, sapi, kerbau, dan masih banyak yang lain. Allah haramkan Khamar, Allah ganti dengan susu, sirup, zam-zam , dan masih banyak yang lain. Tetapi kenapa kita memilih yang haram. Padahal setiap yang Allah haramkan Allah selalu mengganti dengan yang lebih banyak kebaikan.
Kepada saudaraku yang masih bergelimang dengan kemaksiatan setiap hari, bahkan tidak bisa dipisahkan lagi dengan kemaksiatan tersebut, dan telah bergantung dengannya, marilah kita selalu berusaha untuk merubah hidup kita kepada yang lebih baik lagi. Mari kita ajak sahabat sahabat kita yang lain untuk berbuat kebaikan karena itu adalah sebuah kewajiban da tanggungjawab kita untuk mendakwahi sahabat kita yang masih jauh dari jalan kebenaran.
Janganlah kita menjadi orang yang egois, jangan kita menjadi orang baik sendiri, ajakalah sahabat-sahabat kita untuk berbuat kebaikan. Ajaklah teman-teman kita untuk berbuat kebaikan. Ajaklah keluarga kita untuk berbuat kebaikan. Jadilah orang yang bermanfaat disekitar kita.
Semoga bermanfaat

                                                                              

Friday, 5 January 2018

BUKTIKAN CINTAMU KEPADA RABB-MU

BUKTIKAN CINTAMU KEPADA RABB-MU


Ketika seseorang ditanya, pernahkah antum jatuh cinta? Tentu ia akan menjawab “pernah”. Tapi tahu kah antum jatuh cinta yang paling besar itu adalah bukan jatuh cinta kepada makhluk tapi  jatuh cinta kepada Allah SWT. Tahukah kita bahwasannya rata-rata kaum muslimin apabila mereka ditanya “apakah mereka cinta kepada Rabnya?” maka pasti mereka akan menjawab, “kami itu cinta kepada Rabb kami, kami cinta sekali kepada Allah.” Tapi tahukah bahwasannya pengakuan ini tidak akan diterima sampai ia membuktikan bagaimana ia itu n=mencintai Allah SWT. Karena cinta itu beragam, ada cinta yang murni, ada cinta yang tulus, ada cinta yang setengah hati.
Sama pula ketika kita cinta kepada Allah, kita dituntut dengan empat perkara untuk menunjukkan cinta kita kepada Allah SWT. Karena cita kita yang benar akan teruji dengan empat syarat, maka ibnu Qoyyim menjelaska apa empat syarat dalam mencintai Allah
1.      Harus mencintai apa yang dicintai oleh Allah SWT
2.      Harus mencintai orang yang dicintai oleh Allah SWT
3.      Harus membenci apa yang dibenci oleh Allah SWT
4.      Harus membenci orang yan dibenci olrh Allah SWT
 Untuk membuktikan empat perkara itu, ternyata jalannya yang pertama adalah dengan illmu, kita mungkim tidak akan tahu empat perkara itu, kecuali dengan ilmu. Itulah yang menjadikan kita paham, kenapa didalam islam bahawasanya amalan kuti tidak akan diterima oleh Allah sampai kiti benar-benar ittiba’ ilmu kepada Rasul.
Mari kita ambil contoh yang paling mudah. Kalulah kita akan masuk untuk bekerja di sebuah kantor, ternyata standar kita untuk untuk berkerja di sebuah kantor dan mendapatkan gaji, kita faham ada syaratnya, yaitu kita harus sekolah enam belas tahun. Enam tahun SD, tiga tahun SMP, tiga tahun SMA, kemudian empat taun kuliah. Kitah butuh enam belas tahun untuk masuk dan bekaerja di kantor. Kalau kita ternyat untuk masuk disebuah kantor kita harus sekolah enam belas tahun. Apakah kamu akan mengira bahwasannya untuk menbuktikan cintamu kepada Allah dan untuk masuk kesurganya Allah, kamu dapat meraih itu dengan kamu itu tidak berilmu? Padahal kita untuk masuk kekantor saja kita harus sekolah enambelas tahun. Inilah yang menjadikan kita paham, kalau kita ingin meningkatkan kualitas kita diahadapan Allah maka itu akan ditentukan oleh sejauh mana engkau memahami kitabullah dan sunnah rasulullah.
 Karena sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah bukan hanya orang yang berzina, bukan hanya orang yang minum khamar, tapi orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang alaim terhadap dunia dana dia jahil terhadap akhiranya. Orang yang paham, mengarti dengan kehidupan dunia, tapi dia bodoh dengan urusan akhiratnya. Rasulullah sampai bersabda

إ
نَّ اللهَ تَعَالىَ يُبْغِضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِالْآخِرَة
“Sesungguhnya Allah ta’ala membenci orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam perkara akherat”. (HR. Al-Hakim ,dishahihkan oleh al-Albani)
Jangan menjadi orang yang bodoh seperti orang yang kafir,

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. ar-Ruum: 7).

            Jadi kalau antum, saya, dan kita semuanya, cara membuktikan cinta kita kepada Allah itu benar adalah bagaimana kesungguhanmu untuk belajar terhadab kitabullah dan sunnah. Berikan waktu kepada agamamu, berikan waktu kepada Allah, berikan waktumu untuk rasul dengan belajar. Sungguh kemuliyaanmu terletak pada apa yang kamu pahami. Tahukah kita rasulullah bersabda.
“barangsiapa yang ingin dipahamkan oleh Allah kebaikan, maka Allah akam memahamkan kepadanya agama Allah”
            Maka siapapun kita yang ingin dipahamia oleh Allah tentang kebaikan, maka fahailah agama Allah. Itulah bukti cintamu kepada Rabbmu.




Thursday, 4 January 2018

Hakikat Mensyukuri Nikmat Allah II

Hakikat Mensyukuri Nikmat Allah II




    Mensyukuri rahmat dan nikmat dan rahmat Allah merupakan suatu hal yang harus kita kerjalan. Dan kita diperintahkan untuk melakukan itu. Dan ketahuilah diantara rahmat dan nikamat Allah yang paling besa adalah diutusnya nabi Muhammad.
Tanpa Rasul, kita tidak mengerti bagaimna jalan kesyurga. Tanpa Rasul kita tidak tahu bagaimana cara meraih ridha Allah. Tanpa Rasul kita akan kewalahan menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Tanpa Rasul, kita akan kewalalhlan menentukan mana yang hak dan mana yang baatil, karena akal manusia, kejeniusan manusia tidak akan mampu mendatangkan risalah, seagung risalah isalam, selengkap risalah islam, sekomplit risalah islam.
Suatu hal yang wjib kita yakini, bahwah agama islam bukanlah karya nabi Muhammad. Sebagaimana yang dicoba oleh orang Orientalis dan murid-murid mereka dari kaum liberal untuk memasukkannya kedalam pemahaman kaum muslimin. Bahwa Al-quran karya muhammad. Apa alasan anda bahwa Al-quran karya muhammmad? Coba lihat katanya, Muhammad itu memberikan gambaran-gambaran tentang surga, apa yang dia gambarkan tentang surga? Pohon yang rindang, hijau tempat duduk buah-buahan sungai yang mengalir, jelas betul kalu nabi muhammad tersebut berasal dari tanah arab yang gersang, makanya dia memberikan gambaran surga seperti itu. Orang arab ya begitu, kalau bercerita tentang surga, bercerita tentang kedamaian, bercerita tentang istanah yang mewah dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, ada sungai yang mengalir, nampak betul kalau surga itu hanya karangan nabi muhammad, itu hanya motivasi, bukan hakikanya.
Karena muhammad berasal dari jazirah arab, jazirah arab itu kering dan tandus, tidak ada sungai disana, tidak ada pepohonan yang beasar disana, makanya memotivasi orang kata mereka, dengan sungai, dengan pepohonan yang rindang, dengan kehijauan. Tanyakan kepadanya, anda kalau maumencari tempat yang indah mau kemana? Mau kegurun pasir?
Baiklah kita terima kalau anda mengatakan nabi Muhammad bersal dari orang arab, arab adalah gurun pasir yang tandus, kita terima itu untuk sementara waktu, dalam berdiskusi. Sekarang anda yang berasal adri indonesisa, anda yang berasal dari talukkuantan, ada yang berasal dari pebaun, anda ketika mencari tempat yang inada, anda mencari tempaat yang seperti apa? Bingung juga dia jawabnya sealain dari yang digambarkan oleh Al-quran.
Al-quran merupakan risalah islam, dan tak seorangpun yang sanggup membuatnya seperti itu.
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’ân ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. [ al-Isrâ’/17:88]
Satu Al-quran tidak akan sanggu diciptakan oleh manusia dan jin, di sana ada profesor-profesor mereka, diasana ada para cendikiawan mereka, para pujangga, para puitis, ciptakan seperti Alquran, tidak akan sanggup. Bahkan Allah menantang satu surat

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Artinya: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 23)
Tolong buat satu surat, gak bisa. Musailamah Al-kazzab, mencoba untuk merobos tantangan ini, dia mengatakan dia dapat wahyu, ketika ditanya oleh sahabatnya, wahai musailamah apakah benar wahyu telah turun kepadamu? Ia mengatakan, betul, tolong bacakan kepada kami. Ia pun membaca wahyu yang turun kepadanya tadi malam. Berhubung dalam Al-quran ada surat Al-fil, ada surah al-ankabut, ada suarah an-namal ada surah al-baqarah, sumua nana-nama hewan. Diapun memilih nama hewan untuk surat itu. Namanya surat kodok, surat difda’, diapun mulai membacakannya.

      
Apa maksudnya kodok ini? Apa hikmah dibalik surat ini? Gak ada gersang, garing, tidak punya apa-apa, gak punya daya tarik, gak punya makna, gak punya kandungan-kandungan, gak punya gertakan-gertakan. Beda dengan surah Al-fil.
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ مِّن سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍ ﴿﴾٥
1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?,
3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Tidakkah engkau melihat bagaimana Rabbmu berbuat kepada tentara tentara bergajah? Tentara bergajah besar Allah usir dengan burung saja, tentara bergaja, tidak ada kekuatan kuraish yang menghalang mereka. Allah usir dengan batu-batu kecil, bukankah Allah hanya mengutus burung ababil yang berbondong bondong? Yang melempari mereka dengan bebatuan dari sijjil? Sehingga jadilah mereka seperti daun daun yang dimakan ulat. Terkena batu, bolong sampao kebawah.
Allah usir gajah dengan burung burung kecil, lihat kandungan makna. Jangan sombong kepada Allah. Anda sombong kepada Allah, Allah turunkan azab. Lihat kandungan makna Allah berbuat sema yang Allah suka, dan semua bagi Allah mudah. Penuh dengan kandungan, apa yang bisa kita ambil dari surat kodok tadi? Gak ada garing, gersang.

Sehingga sahabat musailamah berkata “demi Allah saya yakin, kamu tahu bahwa saya tahu, bahwa kamu berbohong.” Al-quran risalah bukan karya nabikita Muhammad, murni Allah turunkan dari langit dan rasulullah sampaikan kepada umat seperti yang beliau terima.

Wednesday, 3 January 2018

Hakikat Syukur Terhadap Nikmat Allah


Kewajiban bagi kita untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Allah, dan sesungguhnya hidup kita setiap hari, setiap jam, setiap menit, bergelimang dengan ribuan, jutaan, miliyaran rahmat dan nikmat Allah, dan kewajiban bagi kita untuk mensyukuri nikmat dan rahmat resebut.
Besarnya Rahmat Allah sebagaimana yang disebutkan dalam alquran, jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitung nikmat tersebut. Itu artinya kalau ibadah dan ketaatan kita digunakan untuk membayar nikmat dan rahmat Allah, tidak akan terbayar.
Kalau rahmat Allah itu satu juta, syukur kita harus satu juta. Baru dia impas atau terbayar. Kalau nikmat Allah satu milyar, syukur kita juga harus satu milyar. Kalau rahmat Allah 500 triliyun, syukur kita juga harus 500 triliyn. Bagaimana kalau nikmat Allah tidak terhitung? Bagaimana mensyukurinya?
Itu artinya ketaatan dan ibadah kita kepada Allah, yang mungkin manusia banggakan, inilah saya dengan keshalihan saya, inilah saya dengan keilmuan saya, inilah saya dengan ketaatan dan kezuhudan saya, itu semua manusia yang tertipu. Karena ketahuilah wahai manusia, seandainya semenjak kita dari bangun tidur sampai tidur lagi, itu belum cukup membayar rahmat dan nikmat Allah.
Makanya nabi muhammad pernah bersabda, “tak seorangpun dari kalian wahai manusia, masuk surga karena amalannya. Kemudian sahabat bertanya “dan kamu juga ya Rasulullah? ” rasul menjawab “ saya juga tidak” kucuali Allah meliputi diriku dengan rahmat dan keutamaanya.
Jadi orang masuk syurga bukan karena rajin beramal, tapi karena rahmat dan nikmat Allah. Lalu untuk Apa amal? Amal bermanfaat untuk menenjukan jenjang kita di syurga, karena syurga itu berjenjang, semakin tinggi semakin bagus. Dimana posisi kita nanti di syurga? InsyaAllah, itu yang menentukannya adalah amalan kita, namun masuk surgannya, itu karenah rahmat Allah. Dan Allah memberikan syurganya itu kepada orang-orang yang pantas untuk masuk ke surganya.
Kalu hadis ini direnungi dengan baik, dicermati dengan baik, di hayati dengan baik, maka insyaAllah, tidak akan ada rasa sombong menjadi orang baik. Tidak ada rasa sombong, menjadi orang yang berilmu. Tidak ada rasa sombong menjadi orang shalih. Tidak ada rasa sombong ketika berinfak dan ber sedekah. Tidak ada rasa sombong ketika berpuasa.
Apa bisa orang beribadah sombong? Bisa! Sangat bisa!
Iman ibnu jauzi mangatakan “kadang manusia ini mempertontonkan kesobongannya dengan cara yang lembut.” Kemudian beliau mendatangkan contoh, kalua ada orang yang ditanya “pak, lagi puasa pak? Jawabanya hanya  iya atau tidak. Ya, saya lagi berpuasa, tidak saya lagi tidak berpuasa. Tetapi iblis datang, sehingga orang ini menjawab “tentu kan hari ini hari kamis.” Apa tambahan makna dari “ini hari kamis itu? Tambahan maknanya adalah “tentu inikan hari kamis, saya kan orang yang selalu berpuasa di hari senin dan kamis. Sebuah kesombongan dalam sebuah amalan, sehingga kita ingin mempertontonkan amalan kita di hadapan manusia.
Tahukah anda wahai saudaraku, bahwa amalan yang paling baik, adalah amalan yang bisa kita sembunyikan dari pandangan manusia. Apabila kita membaca sejarah para ulama, maka kita akan menemukan mereka selalu menyembunyikan amalan shalihnya, dari pandangan mata manusia. Ada yang ketika bersafar dimedan jihad, dia berpura-pura tidur, sampai manusia tidur semuanya baru ia bangkit dan pergi shalat sendirian. Ada yang ketika tamunya datang dimalam hari, disubuh hari, kemudia dia berpura pura bangun dari tidur, padahal dia baru selesai melaksanakan shalat tahajud.
Saya tutup dengan sebuah cerita yang paling indah dari cerita-cerita yang indah, adalah sebuah cerita yang dinukilkan dari sebuah biografi dari cucu ali bin abi thalib. Bernama Ali bin Husain bin Ali bin Abi thalib. Yang dikenal dalam hidupnya sebagai zainal abidin.
Ketika dikota Madinah, waktu beliau masih hidup, orang-orang miskin dikota madinah seringkali menemukan makanan didepan pintu rumah mereka. Dan mereka tidak tahu siapa lelaki misterius yang selau memberikan makanan dikegelapan malam. Dan itu menjadi teka teki yang tak terjawab. Ketika Ali bin Husain bin Ali bin Abi thalib wafat, orang-orang yang memandikan beliau menemukan jejak hitam dipundaknya, dan jejak hitam ini hanya akan ada apabila orang sering mengangkat benda berat. Dan orang-orang yang memandikan beliau terheran-heran, ada apa ini? Apa gerangan yang dilakukan oleh ali bin husain? sehingga ada jejak hitam dibahunya. Tidak terjawab sambai beliau dikuburakan. Berjalan beberapa ewaktu setelah wafatnya beliau, orang-orang fakir kota madinah tidak lagi menemukan lelaki misterius yang membagikan makanan ketika dikegelapan malam. Pahamlah mereka bahawa yang membagikan makanan ketika dimalam hari itu adalah Ali bin Husain bin Ali bin Abi thalib.

Subhannallah, orang tahu keshalihannya ketika ia telah meninggal dunia, setelah dia bertemu dengan malaikat maut, setelah ia terbaring di alam barzakh. Orang baru tahu ternyata dia yang melakukan itu, adapun kita, dengan keimanan kita yang dangkal dan keilmuan kita yang tidak seberapa, telah membuat kita angkuh dihadapan banyak orang, telah membuat kita merasa paling pandai dari semua orang, telah membuat kita menjadi orang yang katanya harus selalu didengar, tidakboleh ditolak,dan semua itu adalah jebakan setan, dalam amalan seorang insan.

Sunday, 24 December 2017

Pujian Manusia Merupakan Ujian dari Allah

 Pujian Manusia Merupakan Ujian dari Allah

Hakikat dar pujian adalah sebuah ujian, karena ujian tidak selalu berupa keburukan, bisa jadi berupa kebaikan. Allah berfirman,
وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ


 “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiya’: 35).
Pujian merupakan ujian yang berbentuk kebaikan, karena ketika seseorang dipuji, bisa jadi dia akan merasa sombong atau merasa takjub pada diri sendiri, bahkan seseoran melupakan bahwa semua nikmat bersumber dari Allah, kemudian dia  merasa hebat dan sombong serta lupa untuk bersyukur kapada Allah. Kagum kepada diri sendiri merupakan suatu sifat yang bisa membinasakan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 “Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan) dan (3) ujub (takjub pada diri sendiri).
Pada hakikatnya seseorang lebih butuh doa daripada pujian, karena biasanya pujian dapat menipu diri seseorang.
Sufyan bin Uyainah berkata,
 “Para ulama mengatakan, bahwa pujian orang tidak akan menipu orang yang tahu diri (tahu bahwa ia tidak sebaik itu dan banyak aib serta dosa).”

Larangan memuji berlebihan

Terdapat perintah dari Nabi agar seseorang tidak memuji seseorang secara berlebihan di hadapannya.
Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Ada seseorang yang memuji temannya di sisi Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau bersabda,
وَيْحَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ، قطعت عنق صاحبك – مرارا-. إِذا كانِ أَحَدُكُمْ مادِحاً صَاحِبَهُ لاَ مَحالَةَ فَلْيَقُلْ: أَحْسِبُ فُلاناً وَاللهُ حَسِيْبُهُ وَلا أُزَكِّي عَلَى اللهِ أَحَداً
Celaka kamu, kamu telah memenggal leher temanmu, kamu telah memenggal leher temanmu -berulang-ulang-. Kalaupun salah seorang di antara kalian harus memuji temannya maka hendaknya dia mengatakan: ‘Aku mengira dia seperti itu dan Allah lah yang menghisabnya, aku tidak memuji siapapun di hadapan Allah’.
Dalam riwayat lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sangat tegas memerintahkan agar memberi hukuman kepada orang yang terlalu sering dan berlebihan memuji orang lain.
Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَمَرَنَا رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نَحْثُوَ فِي وُجُوْهِ الْمَدَّاحِيْنَ التُّرَابَ
“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menaburkan tanah ke wajah-wajah orang yang berlebihan dalam memuji.”

Boleh sesekali memuji jika ada maslahat

Apakah tidak boleh memuji orang sama sekali? Jawabannya adalah boleh sesekali memuji jika ada maslahat, misalnya dapat menimbulkan motivasi dan kebaikan pada orang tersebut.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin memberi rincian hukum memuji dan membolehkan hal tersebut jika ada maslahat, beliau berkata,
أن يكون في مدحه خير وتشجيع له على الأوصاف الحميدة والأخلاق الفاضلة، فهذا لا بأس به؛ لأنه تشجيع لصاحبه
“Jika pada pujian terdapat kebaikan dan motivasi baginya atas sifatnya yang terpuji dan akhlak yang mulia, hal ini tidak mengapa karena bisa memberikan motivasi kepada orang tersebut.”[5]

Membaca doa ketika seseorang dipuji

Agar seseorang tidak tertipu oleh pujian tersebut sehingga membuat seseorang menjadi sombong, hendaknya seseorang membaca doa berikut ini ketika dipuji.
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻَ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧِﻲْ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮْﻟُﻮْﻥَ، ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْﻟِﻲْ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮْﻥَ ‏ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨِﻲْ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﻈُﻨُّﻮْﻥَ
“Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan.”

Semoga dengan seseorang membaca doa ketika dipuji Allah jauhkan dia dari penyakit hati, seperti sombung, riya dan penyakit-penyakit hati lainnya.
semoga bermanfaat

MARI BERHIJRAH

Add caption MARI BERHIJRAH             Sesungguhnya peroses perubahan kita dari salah menjadi shalih, itu banayak sekali ujian yang h...