![]() |
| Add caption |
MARI BERHIJRAH
Sesungguhnya
peroses perubahan kita dari salah menjadi shalih, itu banayak sekali ujian yang
harus kita lewati. Kenapa Allah memberikan ujian dalam kehidupan kita akhi? Karena
kita tidak akan tahu mana orang yang berubah jujur karena Allah SWT. Dan mana
yang berubah itu hanya karena pendusta. Ada
orang yang berubah itu karena Allah SWT dan ada juga yang dusta saja. Jadi yang
diuji itu adalah orang yang berhijrah, orang yang bertaubat. Makanya orang yang
berhijrah ketika dia berubah atau bertaubat dia itu tidak enak, kenapa? Karena ujian
itu akan datang kepada mereka dengan bertubi-tubi.
Ini yang harus
kita pahami, sebenarnya ketika kita ingin berhijrah maka sebenarnya kita
mengundang ujian, karena hijarah itu tidak mudah. Jika ini tidak difahami
terlebih dahulu sebelum berhijrah maka yang akan ada ketika proses berhijrah ia
akan berbalik arah. Ia bisa balik kembali kepada perbuatan maksiat yang
lama karena tidak memahami konsep ini
terlebih dahulu.
Jangan pernah
kita mengira hijrah itu nikmat, karena setiap perbuatan dosa yang kita lakukan
itu akan dibalas oleh Allah. Bisa saja kehilangan, bisa saja teman berhutang
tidak dibayar, bangkrut, rumah terbakar, itu semua merupakan cara Allah untuk
membersihkan kita dari dosa yang telah kita perbuat selama ini. Maka jangan
sampai kita berprasangka buruk kepada Allah SWT.
Hakikatnya setiap
kali kita ingin berbuat maksiat, pasti kita mulai perbuatan tersebut dengan
rasa takut. Kemudian diakhiri dengan penyesalan. Orang pacaran contohnya,
ketika ia berduaan, mereka akan dihantui dengan rasa ketekutan, ketika di hotel
berduaan, mereka akan selalu dihantui dengan ketakutan, kemudian diakhiri
dengan penyesalan dan malu. Kalau seandainya perempuann nya hamil, keluaraga
dari laki-laki malu, dan begitu juga denngan keluarga perempuan. Ketika melahirkan,
anak yang dilahikan tidak jelas nasabnya, karena anak hasil perzinahan tidak
boleh dinasabkan kepada pemilik sperma atau san laki-laki.
Setaip maksiat
yang kita lakukan itu semua hanya tipuan setan belaka. Sadar lah wahai
saudaraku, jangan sampai dengan kenikmatan yang hina dan sekejab ini kita
samapai melupakan kebahagiaan yang hakiki. Tujuan kita didunia ini tidaklah
untuk menuruti hawanafsu kita. Telah kita ketahui bersama kenapa nabi adam
dikeluarkan dari syurga, itu semua karena mangikuti maunya setan dan iblis. Cukuplah
itu menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap istiqomah dalam kebaikan
Menjadi muslim
yang sejati, yaitu muslim yang menjauhi semua yang haram dan makruh, dan
menikmati yang halal. Karena sesungguhnya kita telah tahu bahwa, Allah
menciptakan yang baik itu lebih banyak dari pada yang haram. Alah haramkan babi,
Allah ganti dengan Ayam, kambing, sapi, kerbau, dan masih banyak yang lain.
Allah haramkan Khamar, Allah ganti dengan susu, sirup, zam-zam , dan masih banyak
yang lain. Tetapi kenapa kita memilih yang haram. Padahal setiap yang Allah
haramkan Allah selalu mengganti dengan yang lebih banyak kebaikan.
Kepada saudaraku
yang masih bergelimang dengan kemaksiatan setiap hari, bahkan tidak bisa
dipisahkan lagi dengan kemaksiatan tersebut, dan telah bergantung dengannya,
marilah kita selalu berusaha untuk merubah hidup kita kepada yang lebih baik
lagi. Mari kita ajak sahabat sahabat kita yang lain untuk berbuat kebaikan
karena itu adalah sebuah kewajiban da tanggungjawab kita untuk mendakwahi
sahabat kita yang masih jauh dari jalan kebenaran.
Janganlah kita
menjadi orang yang egois, jangan kita menjadi orang baik sendiri, ajakalah
sahabat-sahabat kita untuk berbuat kebaikan. Ajaklah teman-teman kita untuk
berbuat kebaikan. Ajaklah keluarga kita untuk berbuat kebaikan. Jadilah orang
yang bermanfaat disekitar kita.
Semoga bermanfaat



